Shvoong kezdőlap > Társadalomtudományok > Kinerja Program IMF dan Indonesia Pasca-IMF

.

Kinerja Program IMF dan Indonesia Pasca-IMF

Summary rating: 1 stars 3 Minősítések
Szerző : Rizal Ramli
Összefoglalót készítette: : NasrulAzwar
Látogatások : 360  szó: 600   Kiadás kelte: október 31, 2007
PADA awal Oktober 1997, kami menulis bahwa IMF adalah "Dewa Amputasi" dan bukan "Dewa Penyelamat" bagi ekonomi Indonesia. Banyak contoh kasus di Amerika Latin dan Afrika bagaimana obat IMF hanyalah obat generik yang tingkat efektivitasnya sangat rendah. Sadar atau tidak sadar, upaya mengundang IMF telah mendorong kehancuran ekonomi Indonesia ke jurang krisis yang lebih dalam. Krisis ekonomi 1997/1998 merupakan krisis paling buruk dalam sejarah ekonomi Indonesia.
Sebetulnya sudah banyak kalangan akademik di Amerika yang melakukan kritik terhadap efektivitas program IMF, misalnya Prof Alan Meltzer dari Universitas Carnegie Mellon, Prof John B Taylor dari Universitas Stanford, Prof Krugman dari IMT, Prof Jeffrey Sachs dari Columbia University, dan mantan Wakil President Bank Dunia & pemenang Nobel Ekonomi tahun 2001 Prof Joseph Stiglitz.
Menurut Stiglitz, "IMF memaksakan terlalu banyak prasyarat (conditionalities), sebagian di antaranya bersifat politis dan sering masuk dalam wilayah mikro-ekonomi, yang berada di luar mandat dan kompetensi IMF (yang terbatas hanya PADA bidang makro-ekonomi)." Akibat prasyarat yang berlebihan tersebut, program IMF tidak memiliki fokus dan justru kehilangan prioritas dalam penanganan krisis.
etapi, prasyarat dan rekomendasi kebijakan IMF dalam berbagai letter of intent lebih banyak mencakup bidang di luar moneter dan makro-ekonomi, seperti perbankan, pertanian, corporate restructuring, industri, dan sebagainya yang berada di luar kemampuan profesional mayoritas staf IMF.
Dengan demikian, tidak aneh rekomendasi IMF dalam bidang perbankan, misalnya, sering justru tidak mampu untuk menyehatkan sektor perbankan. Misalnya, rekomendasi IMF untuk menutup 16 bank pada November 1997, tanpa persiapan yang memadai, justru menciptakan destabilisasi finansial dan menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional serta mendorong kebangkrutan sebagian besar bank di Indonesia.
Berbagai salah diagnosa dan salah obat IMF tersebut telah mendorong ekonomi Indonesia mengalami hard landing, kebangkrutan massal dan terjadi belasan juta PHK. Pada tahun 1998, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan minus 13 %, terburuk sepanjang sejarah ekonomi Indonesia. Sebetulnya, sejak beberapa waktu yang lalu, Indonesia sama sekali tidak memerlukan pinjaman IMF. Pada saat saya menjadi Menko, pinjaman yang ditarik dari IMF hanya 400 juta dollar AS, tetapi pembayaran yang kami lakukan kepada IMF mencapai 1,7 miliar dollar AS.
adahal, yang dimaksud secara implisit dalam Tap MPR 2002 dan yang dipahami oleh banyak kalangan, pengertian exit strategy itu adalah bagaimana strategi Indonesia setelah keluar dari program IMF untuk memperbaiki posisi neraca pembayaran, meningkatkan ekspor dan cadangan devisa, dan sebagainya. Apa strategi dan policy pemerintah untuk memperbaiki kondisi fiskal, apa strategi untuk memperbaiki penggunaan kapasitas terpasang di dalam negeri, yang sekarang hanya beroperasi pada 60%, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.
Solusi jangka pendek diperlukan untuk memperkuat ketahanan fiskal dan neraca pembayaran, sementara solusi jangka menengah untuk mempercepat upaya pemulihan ekonomi, peningkatan penciptaan lapangan kerja, dan reformasi struktural. Dengan reformasi dan vitalisasi di sektor infrastruktur, investasi, perbankan, industri, pertanian, birokrasi, dan kelembagaan, Skenario Indonesia Bangkit sekaligus mempersiapkan landasan ekonomi dan kelembagaan yang lebih kuat dalam rangka persiapan Indonesia menjadi salah satu dari lima negara besar Asia dalam waktu 15 tahun.

További összefoglalók a következőről Kinerja Program IMF dan Indonesia Pasca-IMF
Értékelje ezt a kivonatot. : 1 2 3 4 5


Fűzze hozzá véleményét. Nincsenek megjegyzések

Megjegyzések

Olvassa az ingyenes kivonatokat - Írjon és kapjon fizetést

Foglalja össze az emberi tudást a Shvoong-on. Join us!

------